Mengenal Bo Bendsneyder, Rider Mandalika SAG Team Moto2 yang Setengah Arek Suroboyo

Mengenal Bo Bendsneyder, Rider Mandalika SAG Team Moto2 yang Setengah Arek Suroboyo

Mengenal Bo Bendsneyder, Rider Mandalika SAG Team Moto2 yang Setengah Arek Suroboyo – Nama Bo Bendsneyder mendadak jadi topik percakapan yang panas di Indonesia. Bagaimana tidak? Pertamina Mandalika SAG Team secara mendadak mengumumkannya sebagai rider kedua mereka di Moto2 2021

Mengenal Bo Bendsneyder, Rider Mandalika SAG Team Moto2 yang Setengah Arek Suroboyo

mengenal-bo-bendsneyder-rider-mandalika-sag-team-moto2-yang-setengah-arek-suroboyo

Bendsneyder, yang musim depan bakal bertandem dengan juara dunia GP125 2005 sekaligus dua kali runner up Moto2, Thomas Luthi, sebenarnya mempunyai kedekatan dengan Indonesia, gara-gara ia berasal berasal dari Belanda tetapi termasuk mempunyai darah Merah Putih.

Menjalani debut Grand Prix di Moto3 terhadap 2016 lalu, Bendsneyder sebenarnya mengaku mempunyai darah Indonesia terhadap 2017, sesudah rider WorldSBK, Michael van der Mark, yang termasuk berasal dari Belanda, menginformasikan bahwa nenek berasal dari pihak ibunya berasal berasal dari Ambon.

Sama seperti van der Mark, Bendsneyder termasuk beroleh darah Indonesia berasal dari kakek dan neneknya, yang ganti ke Belanda terhadap 1956 berasal dari Surabaya. Uniknya, mereka masih kerap mendatangi Indonesia untuk bersua dengan keluarga dan kawan-kawan mereka.

Namun, Bendsneyder yang lahir terhadap 4 Maret 1999, tidak lahir di Indonesia, melainkan di Rotterdam, Belanda, yang uniknya termasuk jadi tempat tinggal van der Mark sepanjang ini. Ia termasuk merupakan anak semata wayang di keluarganya.

Meski Belanda amat dikenal dengan para rider motocross ternama di MXGP seperti Jeffrey Herlings, Davy Pootjes, dan Glenn Coldenhoff, Bendsneyder ternyata tak mengawali karier balapnya di arena tersebut, dan justru langsung turun di ajang road racing terhadap usia 12 tahun.

Ia pun bersaing di kejuaraan nasional Jerman dan Belanda, mengendarai motor Honda NSF100 dan Moriwaki. Kemudian, terhadap 2014, ia turun di kelas Moto3 Jerman, sebelum ganti ke Red Bull Rookies Cup terhadap 2015.

Selama turun di Red Bull Rookies Cup, Bendsneyder pun melawan banyak rider yang kini termasuk turun di ajang Grand Prix, seperti Fabio di Giannantonio, Ayumu Sasaki, Raul Fernandez, Kaito Toba, dan masih banyak lagi.

Bendsneyder pun tampil amat dominan di Red Bull Rookies Cup kala itu. Rider yang sama juga dengan nomor balap #64 ini sukses merebut 10 podium, yang delapan di antaranya merupakan kemenangan. Pada akhir musim, ia jadi juara, mengalahkan Giannantonio dan Sasaki.

Sembari turun di Red Bull Rookies Cup, Bendsneyder termasuk turun di ajang FIM CEV Moto3 Junior World Championship. kala itu, ia mengendarai Honda dengan Dutch Racing Team. Ia pun mengakhiri musim di peringkat 7, dengan raihan satu podium.

Prestasinya di kedua kejuaraan ini pun menyebabkan Bendsneyder digaet oleh salah satu tim paling prestisius di Moto3 Grand Prix terhadap 2016, yakni Red Bull KTM Ajo, yang dibesut oleh tangan dingin Aki Ajo.

Musim debutnya di ajang dunia pun mirip sekali tak buruk, gara-gara ia sukses merebut dua podium, usai finis ketiga di Silverstone, Inggris, dan termasuk Sepang, Malaysia, yang pastinya diramaikan pecinta balap berasal dari Tanah Air.

Pada 2017, Bendsneyder bertahan di Red Bull KTM Ajo. Ia terus-menerus bertarung di posisi 10 besar, tetapi sayangnya paceklik podium. Hasil terbaiknya hanyalah finis keempat di Brno, Ceko. Dengan tubuh yang makin tinggi besar meski masih 19 tahun, Bendsneyder naik ke Moto2 terhadap 2018.

Membela Tech 3 Racing, ia pun sukar tampil kompetitif, dan lebih-lebih mengalami insiden mengerikan di Motegi, Jepang, kala mesin motornya meledak dan menyebabkan tulang tibia kaki kirinya patah, hingga kudu absen di tiga seri terakhir.

Pada musim 2019 dan 2020, Bendsneyder ganti ke NTS RW Racing GP. Ia lagi-lagi sukar tampil kompetitif, sampai-sampai memastikan ganti WorldSSP terhadap 2021. Pada 30 November 2020 lalu, ia lebih-lebih diumumkan resmi membela Dutch EAB Racing Team untuk mengendarai Yamaha R6.

Namun, tampaknya kesepakatan pada Bendsneyder dan Dutch EAB Racing Team dibatalkan demi membela Pertamina Mandalika SAG Team di Moto2 2021. Mengendarai motor Kalex versi 2020, ia pun dikehendaki dapat tampil kompetitif th. depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *